BPVP Banyuwangi Cetak Ribuan Peserta Pelatihan pada 2024, Kemnaker Targetkan 1 Juta Peserta di 2025

BPVP Banyuwangi Cetak Ribuan Peserta Pelatihan pada 2024, Kemnaker Targetkan 1 Juta Peserta di 2025

Bisa Jaya, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan 1 juta peserta pelatihan pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Program ini akan dilaksanakan melalui sinergi dengan berbagai lembaga pelatihan vokasi, baik milik pemerintah maupun swasta.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker menyatakan bahwa berbagai program pelatihan telah dirancang untuk membekali tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan wirausaha. Program tersebut mencakup Pelatihan Teknisi (menengah tinggi), Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), serta Tailor Made Training (TMT).

“Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja yang sesuai dengan standar industri. Khusus program Tailor Made Training (TMT), kami sesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan pasar kerja untuk mempermudah penyerapan tenaga kerja,” ujar Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, dalam siaran pers, Kamis (23/1/2025).

BPVP Banyuwangi Latih 5.352 Peserta di 2024

Salah satu lembaga yang secara aktif menjalankan pelatihan adalah Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Jawa Timur. Sepanjang tahun 2024, BPVP Banyuwangi telah melatih 5.352 peserta, dengan 80% di antaranya berasal dari masyarakat Banyuwangi.

Berbagai program pelatihan yang ditawarkan mencakup beberapa bidang utama, seperti:

  • Pariwisata: Restaurant attendant, front office, room attendant, tour guide, barista.
  • Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian: Pembuatan roti dan kue, pengolahan buah, pengolahan ikan.
  • Teknologi Informasi & Komunikasi: Desain grafis, practical office advance, operator komputer muda, pemasangan jaringan komputer.
  • Otomotif: Servis sepeda motor, pemeliharaan kendaraan ringan.
  • Pertanian: Pembudidayaan sayuran hidroponik, smart farming.
  • Lainnya: Pengelasan, fashion technology.

“Kami ingin memastikan bahwa pelatihan yang diberikan selaras dengan kebutuhan tenaga kerja lokal dan tren industri global, sehingga lulusan BPVP lebih siap bersaing di dunia kerja,” tambah Sunardi.

Program Tailor Made Training (TMT): Pelatihan Sesuai Kebutuhan Daerah

Selain pelatihan reguler, BPVP Banyuwangi juga mengembangkan program Tailor Made Training (TMT) yang telah diterapkan di beberapa wilayah, termasuk Banyuwangi, Jember, Lumajang, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

Program TMT dirancang agar lebih fleksibel dan dapat memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha serta masyarakat. Pelatihan ini terbuka untuk berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, lembaga pemerintah, komunitas, hingga kelompok masyarakat tertentu.

Proses pengajuan pelatihan dilakukan melalui e-proposal, yang kemudian diverifikasi berdasarkan legalitas lembaga pengusul serta kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Pelatihan ini mencakup berbagai keterampilan, mulai dari pembuatan roti dan kue, pengelolaan sampah, hingga pelatihan bordir. Bahkan, ada pelatihan yang langsung diterapkan untuk mendukung UMKM di berbagai sektor,” jelas Sunardi.

Sebagai penutup, Sunardi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan prioritas utama Kemnaker di bawah kepemimpinan Menaker Yassierli.

“Kami berharap para kepala daerah dapat memetakan kebutuhan pelatihan berdasarkan potensi unggulan daerahnya. Dengan begitu, program pelatihan yang diberikan oleh BLK daerah maupun UPTP BLK Kemnaker bisa lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *